INTO THE WIND



 
Assalamualaikum kembali lagi dengan fanfic gue ini. Meskipun harus ngerelain suami gue dikopelin sama cewek hayalah, gapapa deh yang penting nih fanfic jadi-_-\
Fanfic ini gue persembahkan buat kalian yang "menghargai apa itu cinta, dan yang mengerti apa itu duka"



Kringgg….
“Yeobseo ?” ucapku sesaat setelah kuangkat gagang telefon dari tempat persemayamannya.
“Bogoshipo” sahut suara disebrang sana, suara yang teramat kurindukan, suara yang mampu meruntuhkan duniaku hanya dengan satu kata yang terucap lewat bibir merah ranum miliknya.
“Just come here, its been a long time…. kubiarkan kata-kataku menggantung diudara
“I miss you to, luhan-ssi”

AUTHOR POV
Kaos putih, celana jeans hitam, sepatu platform putih, serta parka hitam yang menempel sempurna ditubuh wanita itu. Sekali lagi, ia menatap nanar pantulan dirinya dicermin besar yang menggantung dikamar tidurnya.

SORA POV
Aku melenggang melewati apartemen yang berderet disamping kanan apartemenku. Ya, bisa dibilang aku hidup sendiri, mencoba berbaur dengan angin.
Orang tuaku ? mereka bercerai dan meninggalkan anaknya sebatang kara. Sungguh menggenaskan !
Dua tahun terakhir aku hidup sendiri, setelah sebelumnya duduk menjadi saksi di Meja Hijau Pengadilan untuk mendampingi orang tuaku yang akan bercerai dan menelantarkan anaknya untuk pergi dengan kekasih masing-masing. Sebenarnya, itu bukan masalah bagiku, lebih baik seperti ini daripada harus melihat mereka berdebat seperti politikus yang sering kujumpai di Televisi. Itu terlalu memuakkan.

Aku duduk ditempat biasa, dimana aku bisa melihat orang-orang berlalu lalang, persisnya aku duduk disamping jendela, dipojokan café yang tertutup rak berisi buku yang menjulang tinggi yang disajikan untuk pelanggan. Kadang beberapa orang datang kesini untuk berteduh dan membaca buku tanpa memesan apapun, sungguh malang pemilik café ini.
Seperti biasa pula, aku memesan espresso, meski rasanya pahit, aku menyukainya. Mungkin karena rasanya mengingatkanku akan hidup yang sedang kujalani, PAHIT, namun ada kejutan tersembunyi yang terkadang masih Tuhan sisipkan untukku. Aku masih yakin bahwa Tuhan itu adil kepada semua umatnya. Bukan begitu ?
Hari ini hujan mengguyur kota Seoul, sehingga tak jarang aku melihat banyak orang masuk kecafe untuk sekedar berteduh, ada pula yang dengan nekatnya berlari menembus hujan.
Beberapa orang disini terlihat sedang menunggu, mungkin teman, atau kekasih ? entahlah. Sama halnya dengan mereka, aku juga sedang menunggu seseorang. 2 hari yang lalu orang itu menelfonku dan bilang bahwa ia ingin bertemu.
“Ternyata kau masih sama seperti dulu” ucap seseorang membuyarkan narasi panjangku.
“Ahh kau sudah datang ?” balasku diiringi senyum simpul
Dia masih sama, hanya saja wajahnya kini lebih tampan. Aku yakin pasti banyak sekali yeoja yang ingin menjadi yeojachingunya. Hahahhaha belum apa-apa aku sudah merasa kalah saing.
“Kau masih sama seperti dulu” ulangnya lagi, mungkin karena tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan.
“Maksudmu ?” tanyaku mencoba berbasa-basi
“Pojok dekat jendela, dan Espresso panas. Kau tidak pernah berubah Sora”
“Ya terimakasih karena kau masih menggingatnya”
Kita berbincang panjang lebar, menceritakan hal yang terjadi ketika kita tidak bersama. Tentang aku dan orang tuaku dan tentang gadis pujaannya yang mencampakkannya dan lari dengan lelaki lain. Aku bersumpah, wanita itu pastilah wanita yang tak tahu diuntung, berani-beraninya mencampakkan lelaki sempurna sepertinya. Andai aku wanita itu, sudah pasti aku akan berusaha menjaga hubungan kita, bahkan kalau perlu aku akan memintanya menikahiku.
Tak terasa kita sudah berbincang cukup lama, hujan pun mulai berhenti meski langit            samar-samar masih berwarna kelabu.
“Apa kau sudah mempunyai namjachingu ?” tanyanya yang membuatku hilang akal, jiwaku seperti melayang entah kemana. Bagaimana aku bisa mempunyai pacar, kalau aku saja masih menunggunya kembali padaku.
“Belum, aku masih belum memikirkan tentang pacaran.” Ucapku berbohong, padahal sudah jelas aku selalu membayangkan bagaimana nantinya jika aku berpacaran dengannya.
“Yah sayang sekali, padahal aku ingin melakukan double date denganmu.”
“Apa itu berarti kau sudah memiliki pengganti dari gadis yang menghianatimu ?” ucapku sanatai, meskipun hatiku sangat tertohok.
“Ya begitulah” JLEB! Hanay satu kata namun mampu menusuk masuk kedalam hatiku.
“Oh kalau begitu syukurlah, aku takut kau akan depresi karena gadis itu”
“Kau memang sahabat sejatiku Sora-ya” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.
“Ngomong-ngomong, kau tampak cantik dengan rambut panjangmu itu” pujian itu bahkan tak mampu mengobati rasa sakit akibat pengakuannya tadi.
“Ya, terimakasih” gumamku sambil tersenyum paksa
Setelah hujan benar-benar berhenti dan waktu menunjukkan pukul 4 sore. Ia mengajakku pergi kesungai han. Dan disinilah semua hal benar-benar dimulai.
Dia bicara banyak hal tentang yeojachingunya. Jujur hatiku sangat sakit karenanya. Sesekali aku melempar senyum simpul untuk menanggapi ocehannya. Sungguh Tuhan kenapa kau menempatkan diriku diposisi seperti ini.
“Luhan” panggilku gugup, ya kurasa ini saatnya
“Aku ingin bilang sesuatu padamu” ucapku pelan, seraya menahan nafas
“Aku mencintaimu, bukan sebagai seorang sahabat, tapi sebagai wanita yang menyukai pria” pengakuanku barusan membuatnya terkejut, ya dapat kulihat dari ekspresi wajahnya, seperti mendapat kejutan berupa tanda tangan pemain MU favorite-nya.
Tak lama kemuadian, ia mencoba membuka mulutnya, mencoba mengatakan sesuatu.
“Stop ! jangan bicara apapun, aku belum selesai”
“Aku mencoba merubah diriku karenamu, mulai dari 5 tahun yang lalu, saat kita menginjak kelas X SMA. Dulunya aku hanya gadis biasa yang tidak memperhatikan keaadaan sekitar, aku tidak peduli apa aku punya teman atau tidak, aku tidak peduli apa aku terlihat cantik atau tidak, aku tidak mau berurusan dengan hal yang bernama make-up, aku tidak peduli orang akan berkata apa tentangku, sungguh aku tidak peduli. Namun, hari itu ada siswa pindahan dari China, aku bahkan masih menggigatnya. Hari itu adalah hari Kamis, 20 April, 2009, tepat pada hari ulangtahunmu bukan?. Pertama kali aku melihat lelaki tampan itu, aku merasa, seperti sepasang sayap keluar dari punggung kekarnya. Lelaki itulah yang mengubah segalanya, ia membuatku belajar berteman agar aku bisa dekat dengannya, ia membuatku belajar merawat diri, agar aku tampil cantik didepan matanya. Tak sia-sia perjuanganku untuk mendekatinya, karena pada kelas XI dia resmi menjadi sahabatku, sahabat karibku. Hingga kini ia selalu menganggapku sebagai sahabatnya, ya meskipun aku selalu berharap lebih tentangnya. Asal kau tau, orang yang sedang kuceritakan itu tak lain adalah dirimu Xi Luhan. Aku sadar, harusnya inilah yang pertama kali harus kulakukan, yaitu mengaku kepadamu bahwa aku mencintaimu.
“Aku..” ucapnya terpotong kembali olehku
“Kau tidak perlu menjawabnya, aku tidak butuh jawabanmu, yang terpenting dari ini semua adalah, akhirnya aku cukup berani untuk mengatakan yang sebenarnya kepadamu”
“Aku pergi dulu, terimakasih untuk waktumu, terimakasih untuk menemaniku hari ini, dan terimakasih telah mendengarkan pengakuanku” ucapku seraya pergi dari hadapannya
Air mata menganak sungai diwajahku yang kini mulai pucat karena udara dingin. Sejujurnya aku menyesal karena tidak mendengarkan jawaban dari-nya, tapi sudahlah, lagipula aku yakin jawabannya adalah tidak, dia hanya menganggapku sahabat, tidak lebih dari itu.
“Sudahlah Sora, jangan kau tangisi dia, lelaki tidak hanya satu didunia” ucapku pada diriku sendiri, berusaha untuk terlihat tabah.
“Ya ! kau benar, tidak baik menangisi seorang lelaki, lagipula ini juga salahku, jatuh cinta pada orang yang salah”

LUHAN POV.
Hari ini aku akan bertemu dengannya. Bertemu dengan gadis pujaanku. Gadis yang teramat kurindukan. Gadis yang membuat hari-hariku lebih berwarna.
“Lee Sora, apa kau percaya bahwa aku bilang kalau aku mencintaimu?” ucapku pada cermin didepanku.
“Akhh, tidak ! bagaimana jika dia menolakku dan kita tidak dekat lagi ?”
“Ya, sepertinya berpura-pura sudah punya pacar akan lebih baik”
“Agar tidak terkesan bahwa aku menyukainya, ya itu lebih baik”


*Luhan, sepertinya kau salah besar

Komentar

Postingan Populer