Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

[SALAH TAFSIR]

ternyata aku salah menafsirkan sikapnya senyum manis yang selalu ia umbar dihadapanku jemari hangat yang tak jarang bersentuhan dengan milikku serta tatapan mata yang senantiasa tajam menusuk seakan memaksa masuk bilik hatiku kini sudah terbuka penuh untuknya jiwa ragaku siap kupersembahkan dalam malam malam sunyi miliknya tapi ternyata kalimat pertama paragraf ini menghancurkan setitik harapan yang tertanam dalam direlung dadaku aku salah menafsirkan segala bentuk indah sikapnya tentang betapa percayadiriku menganggap aku istimewa dimatanya ketika ternyata ia berperilaku sama terhadap setiap wanita yang ditemuinya sakit memang, hancur apalagi, tapi pasrah adalah hal yang pasti terlanjur namanya terpatri dihati tapi ternyata takdir membawa jawaban lain untuk harapan dan doa-doaku semoga terbaik untuknya, lelaki pembawa duka.

Postingan Terbaru

aku rindu semarang.

kabar dari Jogja (1)

mati.

Isi Hati

HIM

kali2 refreshing

i will forget you.

INTO THE WIND

They Don't Know About Us